a. Pengertian
Kimia
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang sebuah
peristiwa atau fenomena yang terjadi dialam, lebih spesifiknya iyalah ilmu
mempelajari tentang materi serta perubahan yang menyertainya.
Ilmu kimia seringkali dikatakan sebagai central sains
dikarenakan pada disiplin ilmu apapun selalu berkaitan dengan kimia.
Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perubahan
suatu materi. Perubahan suatu materi bisa di dapat oleh gambaran melalui reaksi
kimia. Menggunakan reaksi kimia, kita dapat menyingkap perubahan-perubahan aneh
yang tersembunyi pada suatu zat.
Kimia merupakan ilmu
pengetahuan tentang yang gaib, tersembunyi,serta tak terlihat.
Fisika
Fisika adalah cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang
mempelajari gejala alam atau fenomena alam serta semua interaksi yang
menyertainya. Tujuan dari mempelajari gelaja tersebut untuk memperoleh produk
fisika yang bersifat khas dan dapat menjelaskan gejala alam tersebut.
Sumber : http://www.gurupendidikan.com/pengertian-kimia-terlengkap/
http://www.pengertianahli.com/2013/12/pengertian-fisika-apa-itu-fisika.html
b. Sifat
Sifat Kimia
Sifat kimia adalah perubahan yang dialami suatu benda yang
membentuk zat baru.
ciri-ciri suatu zat
yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Contoh sifat kimia antara
lain mudah terbakar, mudah busuk, mudah meledak , beracun, dan berkarat
(korosif).
Berikut ini pembahasan mengenai sifat-sifat kimia :
- Mudah terbakar
Bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Sehingga, di
stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“. Dengan
mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat
menggunakannya secara aman.
- Mudah busuk
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau
minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah
rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan
udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.
- Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda
tersebut berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah
berkarat.
- Mudah meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai
sifat mudah meledak, seperti : magnesium, uranium dan natrium.
- Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun,
antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat
beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun
tikus.
Sifat Fisika
Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa
membentuk zat baru.
Sifat ini dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun
materi tersebut. Sifat fisika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh,
titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan.
Berikut ini pembahasan mengenai sifat-sifat fisika tersebut :
- Wujud zat
Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat
tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa
perubahan yang kita kenal, yaitu : menguap, mengembun, mencair, membeku,
meyublim, dan mengkristal.
- Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna
merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki
suatu benda merupakan ciri tersendiri yang
membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu
berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan
lain–lain.
- Kelarutan
Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat
fisika. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat
larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak
dapat larut dalam air.
- Daya hantar listrik
Daya hantar listrik merupakan sifat fisika. Benda yang dapat
menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak
dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Benda logam pada umumnya dapat
menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari
gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan
dan sebuah lampu. Akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala.
- Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua
yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang
dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang
tidak dapat ditarik oleh magnet.
- Titik Didih
Titik didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih.
- Titik Leleh
Titik leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah menjadi
zat cair.
Sumber : https://regnoe.wordpress.com/ipa-1/perubahan-fisika-kimia/sifat-kimia-dan-sifat-fisika/
c. Perubahan
Perubahan Kimia
Perubahan
Kimia adalah perubahan suatu zat yang terjadi karena reaksi kimia sehingga
menghasilkan suatu zat baru. Contoh: kertas dibakar menjadi abu, peristiwa
perkaratan besi, dll.
Ciri-Ciri
Perubahan Kimia
-
Terjadi perubahan susunan molekul
-
Terbentuk zat baru dengan sifat zat yang berbeda dengan sifat penyusunnya
-
Perubahan zat bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke bentuk semula).
Macam-Macam
Perubahan Kimia
1.
Perubahan kimia yang menghasilkan perubahan suhu
Proses
Perubahan suhu dibagi menjadi dua, yaitu:
- Reaksi
Eksoterm, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan energi panas (kalor) sehingga
meningkatkan suhu lingkungan. Contoh: proses pembakaran petasan, pembuatan api
unggun
- Reaksi
endoterm, yaitu reaksi kimia yang memerlukan (menyerap) energi panas sehingga
menimbulkan efek dingin pada lingkungan. Contoh: garam dapur (NaCl) yang
dilarutkan dalam air.
2.
Perubahan Kimia yang menghasilkan perubahan warna
Terjadinya
perbedaan warna antara sebelum dan sesudah reaksi pada zat-zat yang bereaksi
juga menunjukan adanya perubahan kimia. Contoh: perubahan warna pada kertas
lakmus, kertas lakmus biru saat dicelupkan ke larutan asam akan berubah menjadi
merah, sedangkan kertas lakmus merah saat dicelupkan ke dalam larutan basa akan
berubah menjadi biru.
3.
Perubahan kimia yang dapat menghasilkan gas
Terbentuknya
gas pada proses reaksi adalah salah satu indikator perubahan kimia. Contoh:
logam seng (Zn) yang direaksikan dengan larutan asam sulfat (H2SO4) akan
terbentuk seng sulfat (ZnSO4) dan sejumlah gelembung-gelembung gas hidrogen.
4.
Perubahan kimia yang dapat menghasilkan endapan
Produk
dari zat-zat yang bereaksi jik terbentuk endapan maka termasuk perubahan kimia.
Contoh: perak nitrat (AgNO3) dicampur dengan natrium klorida (NaCl)
menghasilkan natrium nitrat (NaNO3) dan endapan berwarna putih perak klorida
(AgCl).
Perubahan Fisika
Perubahan
Fisika adalah perubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru dan bersifat
sementara. Contoh: es mencair, lilin meleleh, pelarutan gula dalam air, dan
lain-lain.
Ciri-Ciri
Perubahan Fisika:
-
Perubahan zat hanya terjadi pada wujudnya, tetapi tidak pada sifatnya
- Zat
hasil perubahan fisika dapat dikembalikan ke bentuk semula
- Sifat
zat yang dimiliki sebelum dan sesudah perubahan sama.
Macam-Macam
Perubahan Fisika
1.
Perubahan Fisika yang berupa perubahan wujud zat.
Perubahan
wujud zat karena pengaruh perubahan suhu/temperatur lingkungan. Lebih jelasnya
dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Pengertian,
Ciri-Ciri dan Contoh Perubahan Fisika dan Kimia
Keterangan:
-
Mencair, contoh: es mencair dan lilin meleleh
-
Membeku, contoh: air menjadi es dan cairan logam yang membeku
-
Mengembun, contoh: uap menjadi air, terjadinya embun pada pagi hari
-
Menguap, contoh: air yang dipanaskan diatas kompor lambat laun akan menguap
-
Menyublim, contoh: kapur barus padat berubah menjadi gas
-
Menyublim/deposisi, contoh: gas dari kapur barus dapat dipadatkan lagi dengan
metode kristalisasi
2.
Perubahan Fisika yang berupa perubahan ukuran suatu zat.
Materi
yang berukuran besar dapat diperkecil dengan cara mekanik, seperti dipecah,
dipotong, digiling, dll. Contoh: biji kopi ditumbuk menjadi serbuk kopi dan
beras ditumbuk menjadi tepung beras.
3.
Perubahan Fisika yang berupa perubahan volume
Perubahan
volume yang disebabkan oleh penyusutan materi karena didinginkan atau pemuaian
materi karena dipanaskan. Contoh: proses pemuaian rel kereta api di siang hari
karena panas dan penyusutan karena dingin.
4.
Perubahan Fisika yang berupa perubahan bentuk zat.
Perubahan
bentuk materi dapat terjadi jika dipukul, diremas, atau menggunakan alat bantu
seperti mesin. Contoh: kayu yang berasal dari pohon dapat diubah bentuknya
menjadi meja, kursi dan lemari dengan menggunakan alat seperti pahat, gergaji
atau palu, Tanah liat dapat diubah menjadi hiasan didalam rumah, seperti guci,
vas bunga, dll.
Sumber : http://www.aktifbelajar.com/2015/11/pengertian-ciri-ciri-dan-contoh.html
d. Klasifikasi
- UNSUR
Konsep:
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain
dengan reaksi kimia biasa.
Materi
tersusun dari beberapa partikel penyusun. Para ilmuwan mengklasifikasikan zat
atau materi menjadi dua kelompok, yaitu: zat tunggal dan campuran. Unsur dan
senyawa termasuk dalam golongan zat tunggal. Nah, apa yang dimaksud dengan
unsur? Unsur terdiri dari logam dan non logam.
Zat
murni memiliki sifat yang membedakan dengan zat lainnya. Misal, unsur hidrogen
hanya tersusun dari atom-atom hidrogen saja. Unsur oksigen hanya tersusun dari
atom-atom oksigen saja. Sifat oksigen dan hidrogen tidak tampak pada zat yang
dibentuk dari keduanya, misal air (H2O). Di alam terdapat 92 jenis unsur alami,
sedangkan selebihnya adalah unsur buatan. Jumlah keseluruhan unsur di alam
kira-kira 106 jenis unsur.
Unsur
dikelompokkan menjadi tiga (3) bagian, yaitu :
1. Unsur
logam
Secara
umum unsur logam memiliki sifat berwarna putih mengkilap, mempunyai titik lebur
rendah, dapat menghantarkan arus listrik, dapat ditempa dan dapat menghantarkan
kalor atau panas. Pada umumnya logam merupakan zat padat, namun terdapat satu
unsur logam yang berwujud cair yaitu air raksa. Beberapa unsur logam yang
bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:
a. Khrom
(Cr) Digunakan untuk bumper mobil, dan campuran dengan baja menjadi stainless
steel.
b. Besi
(Fe) Merupakan logam yang paling murah, sebagai campuran dengan karbon
menghasilkan baja untuk konstruksi bangunan, mobil dan rel kereta api.
c. Nikel
( Ni ) Nikel padat sangat tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, oleh
karena itu nikel digunakan sebagai lapisan pelindung dengan cara disepuh.
d.
Tembaga (Cu) Tembaga banyak digunakan pada kabel listrik, perhiasan, dan uang
logam. Campuran tembaga dengan timah menghasilkan perunggu sedangkan campuran
tembaga dengan seng menghasilkan kuningan.
e. Seng
(Zn) Seng dapat digunakan sebagai atap rumah, perkakas rumah tangga, dan
pelapis besi untuk mencegah karat.
f.
Platina (Pt) Platina digunakan pada knalpot mobil, kontak listrik, dan dalam
bidang kedokteran sebagai pengaman tulang yang patah.
g. Emas
(Au) Emas merupakan logam sangat tidak reaktif, dan ditemukan dalam bentuk
murni. Emas digunakan sebagai perhiasan dan komponen listrik berkualitas
tinggi. Campuran emas dengan perak banyak digunakan sebagai bahan koin.
2. Unsur
non logam
Pada umumnya
unsur non logam memiliki sifat tidak mengkilap, penghantar arus listrik yang
buruk, dan tidak dapat ditempa. Secara umum non logam merupakan penghantar
panas yang buruk, namun terdapat satu unsur non logam yang dapat menghantarkan
panas dengan baik yaitu grafit. Beberapa unsur non logam yang bermanfaat dalam
kehidupan sehari–hari, antara lain:
a. Fluor
(F) Senyawa fluorid yang dicampur dengan pasta gigi berfungsi menguatkan gigi,
freon – 12 sebagai pendingin kulkas dan AC.
b. Brom
(Br) Senyawa brom digunakan sebagai obat penenang saraf, film fotografi, dan
bahan campuran zat pemadam kebakaran
c.
Yodium (I) Senyawa yodium digunakan sebagai antiseptik luka, tambahan yodium
dalam garam dapur, dan sebagai bahan tes amilum (karbohidrat) dalam industri
tepung
3. Unsur
semi logam (Metaloid)
Unsur
semi logam memiliki sifat antara logam dan non logam. Beberapa unsur semi logam
yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain :
a.
Silikon (Si) Terdapat di alam terbanyak kedua setelah oksigen, yakni 28 %dari
kerak bumi. Senyawa silikon banyak digunakan dalam peralatan pemotong dan
pengampelasan, untuk semi konduktor, serta bahan untuk membuat gelas dan
keramik.
b.
Germanium ( Ge ) Keberadaan germanium di alam sangat sedikit, diperoleh dari
batu bara dan batuan seng pekat. Germanium merupakan bahan semikonduktor, yaitu
pada suhu rendah berfungsi sebagai isolator sedangkan pada suhu tinggi sebagai
konduktor.
Seorang
ahli kimia yang bernama Demitri Mendleev (1834 ~ 1907) mengajukan susunan tabel
sistem periodik unsur-unsur. Bagaimanakah nama dan lambang unsur dituliskan?
Banyaknya unsur yang terdapat di alam cukup menyulitkan kita untuk
mengingat-ingat nama unsur. Oleh karena itu, diperlukan suatu tata cara untuk
memudahkan kita mengingat nama unsur tersebut.
Jons
Jacob Berzelius (1779 ~ 1848), memperkenalkan tata cara penulisan nama dan
lambang unsur, yaitu :
1.
Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf yang diambil dari huruf awal nama
unsur tersebut.
2.
Lambang unsur ditulis dengan huruf kapital.
3. Untuk
unsur yang memiliki huruf awal sama, maka penulisan nama dibedakan dengan cara
menambah satu huruf di belakangnya dan ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:
Unsur Karbon ditulis C, oksigen ditulis O, Aluminium ditulis Al, Kalsium
ditulis Ca.
Tabel
Unsur
Tabel
Unsur
- SENYAWA
Konsep:
Senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk melalui reaksi
kimia.
Senyawa
memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Misal, dua atom
hidrogen dengan satu atom oksigen dapat bergabung membentuk molekul air (H2O).
Hidrogen adalah gas yang sangat ringan dan mudah terbakar, sedangkan oksigen
adalah gas yang terdapat di udara yang sangat diperlukan tubuh kita untuk
pembakaran.
Tampak
jelas bahwa sifat air berbeda dengan sifat hidrogen dan oksigen. Contoh lain
senyawa adalah garam dapur (NaCl). Garam dapur disusun oleh unsur natrium dan
unsur klor. Natrium memiliki sifat logam yang ringan, sedangkan klor adalah
suatu gas beracun. Dua unsur tersebut digabung membentuk garam dapur berupa
mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
Senyawa
termasuk zat tunggal yang tersusun dari beberapa unsur dengan perbandingan
massa tetap. Di alam ini terdapat kurang lebih 10 juta senyawa. Air (H2O)
merupakan senyawa paling banyak terdapat di alam.
Bagaimanakah
tata cara penulisan senyawa? Senyawa dituliskan dalam wujud rumus kimia. Rumus
kimia adalah zat yang terdiri dari kumpulan lambang-lambang unsur dengan
komposisi tertentu. Komposisi tersebut berupa bilangan yang menyatakan jumlah
atom penyusunnya (angka indeks). Misal, suatu senyawa terdiri dari atom unsur
natrium (Na) dan atom unsur klor (Cl). Jika angka indeks masing-masing atom
unsur adalah 1 dan 1, maka rumus kimia senyawa yang dibentuk sebagai berikut :
Angka
indeks Na = 1, angka indeks Cl = 1, Jadi rumus kimia senyawa tersebut adalah
NaCl ( Natrium klorida ).
Rumus
kimia dapat berupa rumus molekul dan rumus empiris. Rumus molekul adalah rumus
kimia yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun zat. Misal, C2H4
(Etena), H2O (air). Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan
perbandingan terkecil jumlah atom–atom pembentuk senyawa. Misal, rumus kimia
C2H4, maka rumus empiris senyawa tersebut adalah CH2.
Joseph
Lonis Proust (1754~1826) seorang ilmuwan dari Perancis mengemukakan hukum
perbandingan tetap atau sering dikenal dengan hukum Proust, yaitu : perbandingan
berat unsur-unsur penyusun senyawa adalah tetap. Eksperimen yang dilakukan
Proust adalah reaksi antara unsur hidrogen dan oksigen sehingga terbentuk air
(H2O). Dari percobaan yang dilakukan oleh Proust ditarik kesimpulan bahwa:
1. Air
tersusun dari oksigen dan hidrogen dengan perbandingan massa unsur oksigen
banding hidrogen adalah 8 : 1
2.
Jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap.
Senyawa-senyawa
baru ditemukan dan dipisahkan dari tumbuh– tumbuhan. Misal, jeruk diketahui
mengandung vitamin C, setelah dilakukan pemisahan ternyata jeruk mengandung
asam askorbat. Struktur vitamin C ditemukan, maka dilakukan sintesis untuk
membuat vitamin C di laboratorium. Rumus senyawa merupakan gabungan lambang
unsur yang menunjukkan jenis unsur pembentuk senyawa dan jumlah atom
masing-masing unsur. Misal, sukrosa memiliki rumus senyawa C12H22O11. Sukrosa
tersusun dari 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen.
Tabel
Contoh Senyawa
Tabel
Contoh Senyawa
- CAMPURAN
Konsep:
Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa
melalui reaksi kimia.
Saat
kamu membuat minuman teh, zat apa sajakah yang dicampur? Saat kamu melarutkan
garam atau gula pasir ke dalam gelas yang berisi air, apa yang dapat kamu
amati? Nah, simak penjelasan berikut! Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita
jumpai campuran. Misal, air sungai, tanah, udara, makanan, minuman, larutan
garam, larutan gula, dll. Sifat asli zat pembentuk campuran ada yang masih
dapat dibedakan satu sama lain, ada pula yang tidak dapat dibedakan. Di dalam
udara tercampur beberapa unsur yang berupa gas, antara lain: nitrogen, oksigen,
karbon dioksida dan gas-gas lain. Udara segar yang kita hirup mengandung
oksigen yang lebih banyak daripada udara yang tercemar. Dalam udara juga
tersusun dari beberapa senyawa, antara lain : asap dan deb
Perbedaan
Campuran dan Senyawa
Perbedaan
Campuran dan Senyawa
Campuran
dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:
1.
Campuran Homogen
Campuran
antara dua zat atau lebih yang partikel-partikel penyusun tidak dapat dibedakan
lagi disebut campuran homogen. Campuran homogen sering disebut dengan larutan.
Contoh campuran homogen, antara lain: campuran air dengan gula dinamakan
larutan gula, campuran air dengan garam dinamakan larutan garam. Ukuran
partikel dalam larutan memiliki diameter sekitar 0,000000001 m, dan tidak dapat
dilihat dengan mikroskop. Beberapa contoh campuran homogen di atas adalah
campuran antar zat cair. Adakah campuran antar logam, sehingga terbentuk
campuran homogen? Terdapat campuran antara logam dengan logam lain sehingga
terbentuk campuran homogen. Misal, Stainless steel banyak digunakan untuk
keperluan alat-alat kesehatan dan rumah tangga. Stainless steel merupakan
campuran logam besi, krom, dan nikel.
Tahukah
kamu emas merupakan campuran homogen? Pencampuran logam dilakukan dengan
melelehkan logam-logam tersebut. Campuran logam satu dengan logam lain
dinamakan paduan logam. Emas murni merupakan logam yang lunak, mudah
dibengkokkan. Agar emas menjadi keras sehingga sulit untuk dibengkokkan, maka
emas murni tersebut dicampur dengan logam lain yaitu tembaga. Perhiasan yang
dijual memiliki kadar 22 karat, 20 karat atau 18 karat. Apa arti kalimat
tersebut? Emas murni memiliki kadar 24 karat, sedangkan emas yang sudah
dicampur dengan logam tembaga memiliki kadar 22 karat, 20 karat, atau 18 karat.
Semakin sedikit kadar emas yang dimiliki, semakin banyak kandungan tembaga di
dalam emas tersebut. Kadangkala dalam campuran emas dan tembaga masih dicampur
lagi dengan perak. Hal ini dilakukan agar menambah menarik penampilan emas
tersebut. Campuran antara emas, tembaga dan perak menghasilkan emas berwarna
putih yang biasa disebut emas putih.
Jenis
campuran homogen, antara lain: campuran gas dalam gas, campuran gas dalam zat
cair, campuran gas dalam zat padat, campuran zat cair dalam zat cair, dan
campuran zat padat dalam zat cair. Coba kamu klasifikasikan zat-zat di
sekitarmu yang termasuk campuran homogen!
2.
Campuran Heterogen
Campuran
antara dua macam zat atau lebih yang partikel-partikel penyusunnya masih dapat
dibedakan satu sama lainnya disebut campuran heterogen. Contoh campuran
heterogen : tanah, air sungai, makanan, minuman, air laut, adonan kue, adonan
beton cor, dll. Pada campuran heterogen dinding pembatas antar zat masih dapat
dilihat, misal campuran air dengan minyak, campuran besi dan pasir, campuran
serbuk besi dan air, dll.
Di dalam
campuran heterogen dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :
a.
Koloid
Partikel-partikel
pada koloid hanya dapat dilihat dengan mikroskop ultra. Ukuran partikel antara
0,5 m s.d 1 mm. Contoh koloid: susu, asap, kabut, agar-agar.
b.
Suspensi
Partikel-partikel
pada suspensi hanya dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Ukuran partikel
antara lebih besar dari 0,3 m. Contoh suspensi: minyak dengan air, air keruh,
dan air kapur.
Sumber : https://unitedscience.wordpress.com/ipa-1/bab-3-klasifikasi-materi/
e. Penemuan Unsur Senyawa Terbaru
Empat unsur baru telah ditambahkan ke dalam tabel periodik unsur,
melengkapi baris ke tujuh tabel dan otomatis membuat buku teks sains di
seluruh dunia menjadi kadaluwarsa.
Elemen-elemen baru tersebut
ditemukan oleh para ilmuwan di Jepang, Rusia dan Amerika. Keempat elemen
ini merupakan elemen pertama yang ditambahkan ke tabel sejak 2011,
dimana saat itu, elemen 114 dan 116 ditambahkan ke tabel.
Keempatnya
diverifikasi pada 30 Desember, oleh International Union of Pure and
Applied Chemistry (IUPAC), organisasi global berbasis di Amerika Serikat
yang mengatur nomenklatur, terminologi dan pengukuran kimia.
Tim
ilmuwan Rusia-Amerika terdiri dari ilmuwan dari Joint Institute for
Nuclear Research di Dubna dan dari Lawrence Livermore National
Laboratory di California. IUPAC mengumumkan bahwa mereka telah
menghasilkan bukti yang cukup untuk mengklaim penemuan unsur ke 115, 117
dan 118.
Penemuan unsur 113, yang juga telah diklaim oleh Rusia
dan Amerika, diberikan untuk sebuah tim ilmuwan dari Riken Institute di
Jepang.
Kosuke Morita, pemimpin penelitian di Riken, mengatakan
bahwa ia dan timnya kini berencana untuk mengamati wilayah yang belum
terpetakan dari unsur 119 dan seterusnya.
Ryoji Noyori, mantan
presiden Riken dan penerima Nobel Kimia mengatakan, “Bagi ilmuwan,
penemuan ini lebih berharga dibandingkan medali emas olimpiade.”
Unsur-unsur
tersebut saat ini memiliki nama sementara. Bulan depan, unsur-unsur
tersebut akan diberi nama secara resmi oleh tim yang menemukan mereka.
Unsur 113 akan menjadi unsur pertama yang diberi nama di Asia.
“Komunitas
kimia sangat berhasrat untuk melihat tabel yang amat dihargai tersebut
dilengkapi hingga baris ketujuh,” ujar Jan Reedijk, profesor sekaligus
presiden Divisi Kima Anorganik IUPAC.
"IUPAC sekarang telah
memulai proses formalisasi nama dan simbol untuk unsur-unsur yang saat
ini diberi nama pengganti sebagai ununtrium, (Uut atau unsur 113),
ununpentium (Uup, unsur 115), ununseptium (Uus, unsur 117), dan
ununoktium (Uuo, unsur 118 )."
Unsur baru dapat dinamai konsep mitologi, mineral, sebuah tempat atau negara, properti atau ilmuwan.
Keempat
unsur baru—semuanya adalah buatan manusia, ditemukan dengan cara
membanting inti ringan pada satu sama lain dan melacak peluruhan
radioaktif unsur-unsur super berat.
Sama halnya dengan unsur-unsur
super berat lain yang mengisi akhir tabel periodik, mereka hanya ada
untuk sepersekian detik sebelum melebur ke dalam unsur-unsur lain.
Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/01/empat-unsur-baru-lengkapi-baris-ke-7-tabel-periodik-unsur-kimia