TEORI DARWIN DAN LAMARCK
Charles Darwin dianggap sebagai pencetus teori evolusi sekalipun telah banyak ahli sebelum Darwin yang mengemukakan gagasannya mengenai evolusi, antara lain Anaximander, Empeclodes, Erasmus Darwin, Count de Buffon, dan Lamarck. Hal itu disebabkan karena dalam mengemukakan pendapatnya Darwin menyertakan bukti dan alasan yang dapat diterima di dunia ilmiah.
Teori evolusi menurut Jean Baptiste de Lamarck
Pendapat Lamarck mengenai panjang leher jerapah
Lamarck mengambil contoh mengenai panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang jerapah dahulu berleher pendek. Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan sedemikian rupa sehingga jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan mengambil daun-daun yang ada di pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun dipohon untuk dimakan, akibatnya leher jerapah tertarik, makin lama makin panjang. Akhirnya sifat perolehan yang baru yaitu leher panjang diwariskan pada generasi-generasi berikutnya sehingga jerapah sekarang berleher panjang.
Teori evolusi menurut Charles Darwin
Sebagai pembanding dengan teori Lamarck, panjang leher jerapah dapat dijelaskan dengan teori Darwin sebagai berikut. Nenek moyang jerapah punya variasi panjang leher, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Karena terjadi bencana kekeringan, lingkunganpun berubah dan, berlangsunglah proses seleksi alam. Jerapah berleher pendek tidak dapat mencari makan dengan menjangkau daun-daun di pohon sehingga tidak bisa bertahan hidup. Sebaliknya jerapah berleher panjang tetap dapat memperoleh makanan dari daun-daun di pohon sehingga dapat bertahan hidup. Karena mampu bertahan hidup maka jerapah tersebut mampu berbiak dan mewariskan sifat adaptif yaitu leher panjang pada generasi berikut. Itulah sebabnya semua jerapah sekarang berleher panjang.
Teori yang di kemukakan Darwin sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
- Ekspedisinya ke kepulauan Galapagos (Galapagos = kura-kura raksasa). Di tempat ini Darwin menemukan berbagai macam bentuk paruh burung Finch. Terjadinya keanekaragaman ini disebabkan oleh perbedaan jenis makanannya.
- Pendapat Charles Lyell dalam bukunya “Principles of Geology“ yang menyatakan bahwa batuan, pulau, dan benua selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin peristiwa ini kemungkinan dapat mempengaruhi makhluk hidup.
- Pendapat Thomas Robert Malthus dalam bukunya “An Essay on the Principle of Population” yang menyatakan adanya kecenderungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Hal ini menurut Darwin menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup.
Berdasarkan tiga hal tersebut akhirnya Darwin menulis bukunya “On the Origin of Species by Means of Natural Selection” yang berisi dua hal pokok:
- spesies yang ada sekarang ini berasal dari spesies yang hidup di masa lampau, dan
- evolusi terjadi melalui proses seleksi alam
Contoh-contoh konsep yang mendukung teori Darwin
1. Percobaan August Weismann
Dari apa yang dilakukan, Weismann mengambil kesimpulan bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Evolusi adalah proses yang menyangkut seleksi alam terhadap faktor genetika. Individu yang memiliki variasi genetik yang sesuai dengan lingkungan yang akan lestari dan memiliki kesempatan mewariskan gen yang adaptif pada generasi berikut.
2. Kupu-kupu Biston betularia
Perhatikan perubahan lingkungan yang terjadi. Gambar kiri sebelum Revolusi industri, kupu bersayap gelap lebih gampang terlihat. Gambar kanan setelah Revolusi Industri, kupu bersayap terang yang lebih gampang terlihat. Ini mempengaruhi pergeseran peluang predasi.
Sekitar tahun 1850 yaitu masa sebelum berkembangnya revolusi industri di Inggris, kupu Biston berwarna cerah lebih banyak daripada yang berwarna gelap. Tetapi setelah berlangsungnya revolusi industri, ternyata kupu yang berwarna gelap lebih banyak daripada yang berwarna cerah. Hal ini dimungkinkan karena sebelum revolusi industri pohon di habitatnya masih bersih, sehingga kupu berwarna cerah lebih adaptif, akibatnya sulit untuk dilihat predator. Ketika berlangsung revolusi industri dan sesudahnya, pohon dan daun habitat kupu tersebut tertutup oleh jelaga. Ini berakibat kupu berwarna gelap lebih adaptif sehingga sulit dilihat predator.
3. Seleksi alam berdasarkan resistensi
Evolusi dan adaptasi tidak selamanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Bakteri yang resisten terhadap penicillin misalnya, dapat terbentuk dengan cepat. Kejadiannya juga diterangkan berdasar konsep seleksi alam. Dimana dalam suatu koloni bakteri, hanya sedikit bakteri yang bertahan hidup ketika penicillin diberikan. Namun beberapa lama kemudian koloni bakteri yang resisten terhadap penicillin menjadi banyak. Pada peristiwa ini penicillin hanya merupakan faktor pengarah terhadap perkembangan populasi bakteri yang resisten terhadap antibiotik.
BUKTI TENTANG ADANYA EVOLUSI
1. Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan
Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak kembar sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam satu spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat.
Perhatikan bahwa dalam satu keturunan pun akan selalu memunculkan variasi. Ini disebabkan karena pada perkawinan selalu terjadi rekombinasi gen.
Seleksi yang dilakukan bertahun-tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya spesies baru yang berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.
2. Pengaruh penyebaran geografis
Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya. Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula. Dua tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai flora dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis.
Perkembangan variasi paruh burung Finch. Terjadi karena terseleksi secara alami oleh jenis makanan yang berbeda.
Contohnya adalah mengenai bentuk paruh burung Finch yang ditemukan Darwin di kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya tampak burung-burung Finch tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan menunjukkan mempunyai hubungan dengan burung Finch yang ada di Amerika Selatan. Mungkin karena sesuatu hal burung itu bermigrasi ke Galapagos. Mereka menemukan lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup moyangnya. Burung itu kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungan akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati. Karena lingkungan yang berbeda, burung-burung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14 spesies burung Finch yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruhnya.
3. Ditemukannya fosil di berbagai lapisan batuan bumi
Fosil adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah membatu atau jejak-jejak yang tercetak pada batuan. Darwin menyatakan bahwa fosil yang ditemukan pada lapisan batuan muda berbeda dengan fosil yang terdapat pada lapisan batuan yang lebih tua, dan menunjukkan suatu bentuk perkembangan.
Dari sekian banyak fosil yang ditemukan, yang paling lengkap dan dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi adalah fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Dari studi yang dilakukan dapat dicatat beberapa perubahan dari nenek moyang kuda (Eohippus) yang hidup 58 juta tahun yang lalu menuju ke bentuk kuda modern sekarang (Equus), yaitu:
- tubuh bertambah besar, dari sebesar kucing hingga sebesar kuda sekarang
- leher makin panjang, kepala makin besar, jarak antara ujung mulut hingga bagian mata menjadi makin jauh
- perubahan dari geraham depan dan belakang dari bentuk yang sesuai untuk makan daun menjadi bentuk yang sesuai untuk makan rumput
- bertambah panjangnya anggota tubuh hingga dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi bersamaan dengan itu kemampuan rotasi tubuh menurun.
- adanya reduksi jari kaki dari lima menjadi satu, yaitu jari ketiga yang selanjutnya memanjang, kemudian disokong teracak.
4. Adanya homologi organ pada berbagai jenis makhluk hidup
Organ-organ berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian berubah struktur sehingga fungsinya berbeda disebut organ yang homolog. Homologi organ menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ yang homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek moyangnya mungkin sama.
Homologi organ: perhatikan bahwa anggota gerak pada makhluk di atas memiliki bentuk berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki bagian yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan fungsi.
Contohnya: tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip depan paus yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk terbang homolog dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan.
Lawan dari homolog adalah organ yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga diartikan organ-organ tubuh dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tetapi bentuk asalnya berbeda.
5. Studi perbandingan embriologi
Perkembangan embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan adanya persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan gastrula/awal embrio. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara hewan-hewan sesama vertebrata, yang mungkin pula mereka memiliki satu nenek moyang.
6. Studi perbandingan biokimia
Bila membandingkan makhluk hidup pada tingkat biokimia, ternyata hasilnya mendukung teori evolusi. Sebagai contoh, Hb manusia lebih mirip dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah. Tingkat kemiripan ini menunjukkan manusia lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah.
Sumber : http://biologimediacentre.com/evolusi-pemahaman-teori-dan-bukti-evolusi/
B. Contoh Makhluk Hidup ( Binatang ) yang mengalami perubahan/evolusi karena adaptasi dan seleksi alam
Adaptasi
Adaptasi Morfologi
Penyesuaian makhluk hidup melalui
perubahan bentuk organ tubuh, struktur tubuh ataualat-alat tubuh organisme
untuk kelangsungan hidupnya (Sutantri, 2014)
contoh dari adaptasi morfologi :
Bentuk paruh
- Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat.. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji-bijian. Paruh ini berfungsi untuk menghancurkan biji tersebut.
- Burung elang mempunyai paruh yang kuat, tajam dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya.
- Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlupur atau di air.
- Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang kuat dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon. Dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk.
- Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti ini memudahkan untuk menghisap nektar.
- Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh yang demikian memudahkannya untuk menangkap ikan dalam air (Sutantri, 2014)
Dari penjelasan di atas dapat
dikatakan bahwa ada kesesuaian antara bentuk paruh burung dengan jenis
makanannya (Sutantri, 2014)
Bentuk kaki
- Bentuk kaki burung kakatua untuk memanjat, selain itu juga untuk memegang makanan.
- Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.
- Burung elang mempunyai kaki kuat dan kuku yang tajam, kaki ini untuk mencengkeram mangsanya.
- Burung pipit mempunyai kaki yang langsing yaitu untuk bertengger.
- Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air.
- Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk memanjat (Endah, 2011)
Jenis mulut
- Mulut penghisap, serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh makanan.
- Mulut penusuk, nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap. Mulutnya dapat menghisap makanan berupa darah manusia atau hewan.
- Mulut penggigit dan pengunyah, jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk menguyah makanan yang berupadaun.
- Mulut penyerap, lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya. alat penyerap ini seperti spons (gabus), alat ini untuk menyerap makanan terutama yang berupa cairan (Endah, 2011).
Bentuk gigi pada hewan
Misalnya seperti gigi singa,
harimau, citah, macan, yang runcing dan tajam untuk makan daging, sedangkan
pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba tidak runcing dan tajam
karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan untuk
mengunyah makanan (Ariyantini, 2008)
Adaptasi Fisiologi
adalah penyesuaian yang
dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada
alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik.
Contoh adaptasi fisiologi pada
hewan :
- Unta
Unta hidup di daerah padang pasir
yang kering, gersang, dan panas. Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan
keadaan alam di padang pasir. Pada saat minum unta mampu meneguk air dalam jumlah
yang banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh.
- Beruang kutub dan anjing laut
Beruang kutub dan anjing laut
mempunyai lapisan lemak yang tebal untuk bertahan hidup di daerah yang dingin.
Beruang kutub hidup di daerah kutub yang dingin. Hewan yang hidup di daerah
dingin mempunyai bentuk kaki yang besar dan lebar untuk berjalan di salju. Bulunya
tebal dan telinganya kecil untuk mengurangi kehilangan panas.
- Pinguin
Pinguin merupakan hewan yang
hidup di daerah kutub yang bersuhu dingin. Sejak lahir pinguin memiliki bulu
yang tebal. Bulu yang tebal ini membuatnya merasa hangat walaupun berada di
daerah yang dingin. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian diri pinguin terhadap
lingkungannya (Ariyantini, 2008)
Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah
penyesuaian tigkah laku makhluk hidup terhadap lingkungan tempat hidupnya. Contoh
dari adaptasi tingkah lau pada hewan adalah sebagai berikut.
- Cumi-cumi, dan Gurita.
Cumi-cumi, dan gurita hidup di
laut, ketika diserang musuh hewan-hewan ini mengeluarkan cairan hitam seperti
tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini melarikan diri.
Cumi-cumi dapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut.
- Cicak dan Kadal
Cicak dan kadal memutuskan
ekornya jika diserang oleh musuh, tindakan hewan memutuskan bagian tubuhnya
disebut dengan Autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabuhi musuhnya.
- Paus
Paus merupakan hewan mamalia yang
hidup di air. Mereka bernapas dengan paru- paru. Untuk menghirup udara yang
mengandung oksigen, hewan tersebut muncul ke permukaan air. Setiap paus muncul
ke permukaan air untuk menghirup udara sebanyak- banyaknya sampai paru-parunya
penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter.
Setelah itu, paus akan menyelam kembali ke dalam air. Dengan udara sebanyak
itu, paus mampu bertahanselama kira-kira setengah jam di dalam air. Pada saat
muncul kembali di permukaan air,hasil oksidasi biologi dihembuskan melalui
lubang hidung, seperti pancaran air mancur. Sisa oksidasi ini berupa karbon
dioksida yang jenuh dengan uap air yang telah mengalami pengembunan (kondensasi)
- Kura-kura
Beberapa hewan melewati musim
dingin dengan tetap giat mencari makan. Sementara itu hewan yang lain bertahan
hidup dengan terlelap dalam suatu tidur khusus yang dinamakan hibernasi. Ciri-ciri
hewan yang melakukan hibernasi, yaitu suhu tubuh rendah serta detak jantung dan
pernapasan sangat lambat. Tujuannya untuk menghindari cuaca yang sangat dingin,
kekurangan makanan, dan menghemat energi.
- Bunglon
Bunglon dapat megubah warna kulit
sesuai dengan warna lingkungannya. Misalnya di daun yang berwarna hijau bunglon
berwarna hi!au. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri
dinamakan mimikri
- Belalang daun
Belalang daun biasanya hinggap di
dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna
daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui
keberadaan belalang tersebut (Ariyantini, 2008)
Seleksi Alam
Seleksi alam yang dimaksud dalam
teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yangtidak mampu beradaptasi
dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka
yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidupakan
saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya
Contoh peristiwa seleksi alam
adalah pada kupu-kupu biston betularia di inggris. kupu-kupu biston betularia
terdapat dua jenis, yaitu yang bersayap terang cerah dengan yang bersayap gelap.
Awal mulanya lingkungan inggris yang bersih sangat baik untuk adaptasi kupu-kupu
yang bersayap cerah. namun karena limbah jelaga industri di inggris yang
semakin banyak dan mengotori pepohonan sehingga pohon menjadi gelap yang
akhirnya menjadi lebih adaptif untuk kupu-kupu yang bersayap gelap daripada
yang terang. Hasilnya perkembangan kupu-kupu bersayap gelap meningkat tajam dan
sayap cerah berkurang drastis
Sumber : http://www.academia.edu/11694418/makalah_adaptasi_dan_seleksi_alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar